Kamis, 27 Mei 2010

Aman dalam Menggunakan Kartu Kredit



Kalo teman-teman yakin bisa mengelola kartu kredit dengan baik, ngak apa-apa kita punya, tapi maksimal 2 aja ya...n jangan lupa...bijak-bijaklah dalam menggunakannya.

Tapi ada lagi nih yang perlu diwaspadai kalo kita sudah terlanjur punya. Ternyata punya kartu kredit selain beresiko jadi boros juga ada bahaya lain yang mengincar. Apa lagi tuh ?

Ternyata di sekeliling kita banyak orang-orang ngak bertanggung jawab yang ingin mengeruk keuntungan secara tidak halal dari para pemilik kartu kredit. Berikut beberapa tips kalo kita sudah punya kartu kredit agar terhindar dari modus-modus kejahatan yang dilakukan oleh mereka :

1. Jangan pernah menginformasikan data yang ada di kartu kredit kita kepada orang lain, termasuk saudara dekat, baik nomer kartu, masa berlaku, nama yang tercetak di kartu, dan lain sebagainya. Waspada terhadap marketing via phone (Tele marketing) yang mengatakan seolah olah dari Bank penerbit kartu dan ada kerjasama dengan mereka baik asuransi, hotel, club, dsbnya ingat itu cuman trik mereka, dan jangan pernah kasih tahu nomer kartu kamu ke mereka !!! serta data data lainnya termasuk Bank penerbit kartunya

2. Diusahakan pada saat menggesek kartu kedit, kasir menggesek di depan kita. Ini biasanya terjadi khususnya di restaurant dimana kartu kita dibawa dulu ke kasir baru mereka yang gesek tanpa kehadiran kita, nah hal ini sebisa mungkin di hindari. Selalu gesek di hadapan kita

4. Jangan pernah memesan barang via internet dengan menyebutkan kartu kredit kita, hindari cara pembelanjaan model begini terlebih lagi bila transaksi diWarnet dan di perusahaan yang tidak dapat dipercayai (Tidak Bonafid)

5. Periksa selalu kartu kredit kamu, bila hilang segera lapor ke Bank Penerbit kartu untuk menghindari penyalah gunaan.

Sumber : web sellycantix.multiply.com
Gambar : dewaindrayana.blogspot.com

Tips Hemat Biaya Pernikahan



Penyelenggaraan pesta pernikahan tentulah menjadi impian semua pasangan, mengingat bahwa ini adalah momen "sekali seumur hidup", begitu katanya orang-orang. Tetapi biasanya pesta perkawinan yang megah dan meriah pastilah membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Dengan kondisi yang serba sulit seperti sekarang ini, sebenarnya kita bisa menyelenggarankan pesta pernikahan yang berkesan tapi dengan biaya yang hemat asalkan tahu caranya.

Sebenarnya beberapa pos yang ada dalam perhelatan perkawinan ada yang bisa dipangkas asalkan tahu trik-triknya. Berikut adalah tips-tips yang bisa kita jalankan untuk menyelenggarakan pesta perkawinan yang "wah" tetapi dengan biaya rendah :

Kartu Undangan
Pilihlah design undangan yang simpel. Karena dengan design yang simpel maka biaya design tidak akan terlalu besar. Terlebih-lebih lagi bila design tersebut adalah design undangan yang pernah dibuat. Ini akan sangat menekan biaya karena kamu tidak akan dikenakan biaya design baru. Agar berkesan mewah dan elegan dapat disiasati dengan pemilihan warna yang tepat.

Biaya Gedung
Apabila penyelenggaraan pesta masih bisa dilakukan di rumah, kenapa rumah tidak dijadikan alternatif utama. Dengan diselenggarakan di rumah berarti kamu telah memangkas biaya gedung yang bisanya nilainya "cukup lumayan". Agar berkesan mewah pilihlah dekorasi berbahan satin yang banyak disewakan oleh pemilik penyewaan peralatan pesta. Untuk menghemat pengeluaran di sektor ini, Kamu tak perlu menggelar resepsi di gedung-gedung pertemuan yang biasa mematok harga tinggi.
Alternatif pilihan adalah balai rakyat atau aula serbaguna milik instansi pemerintah yang relatif lebih terjangkau harganya.

Pelaminan tepat dan hemat
Pelaminan dapat dibuat sederhana bila Kamu membuat tema dimana Kamu dan pasangan yang mendatangi tamu, bukan sebaliknya. Selain murah, dengan pesta gaya ini, Kamu dan pasangan akan memiliki banyak waktu untuk berbincang secara pribadi dengan para undangan yang hadir.

sumber : http://www.duniawedding.com
gambar : glowandflow.wordpress.com

Rabu, 26 Mei 2010

Diskon : Waspada ! Waspadaaa...!!!



Ada Diskkon ??? Siapa nolak sih..!
Selama ini momen-momen seperti itu yang kita tunggu-tunggu. Bisa dapet barang bagus-bagus tapi hemat fulus...!

Tapi hati-hati lho...ternyata banyak yang harus kita cermati sebelum cabut ke mal buat berburu barang bagus idaman kita. Berikut tips-tips yang gw dapet dari kompas.com n gambar gw pinjem dari metrogaya.com.

Big sale, baju branded sale, cuci gudang, diskon akhir tahun, special offer. Kamu pasti sering melihat spanduk-spanduk besar berisi rayuan belanja murah ini tiap kali berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan. Siapa yang tak tergiur dengan tawaran diskon di mana-mana? Apalagi kalau besarnya sampai 70%.

Sale, Lebih Hemat?
Hati-hati, rayuan maut diskon dari took semisal toko baju branded kalau dituruti terus, bisa bikin isi dompet makin tipis. Ingat, belanja murah belum tentu sama dengan belanja hemat. Jika acara diskon ini hanya berlaku sampai tanggal tertentu. Kamu pasti akan berpikir, “Kapan lagi bisa beli barang ini dengan harga segini?” Atau, “Jangan-jangan besok barang ini tidak didiskon lagi atau malah sudah dibeli orang. Beli deh!”

Nah, kalau sudah begini, apa pun yang Kamu anggap murah mungkin akan langsung dibeli. Alih-alih ingin berhemat karena membeli barang diskon di toko baju branded, malah mengeluarkan uang lebih banyak. Coba cek lagi, apakah semua yang Kamu beli memang Kamu perlukan? Jangan-jangan Kamu membelinya hanya karena tergoda diskon besar. Padahal Kamu tak begitu membutuhkannya.

Tawaran diskon baju branded memang ada yang menguntungkan kita, tapi ada juga yang tidak. Itu sebabnya, Kamu perlu mencermatinya. Jangan sampai menyesal di kemudian hari. Lalu, apa saja yang perlu kita perhatikan saat melihat tawaran diskon?

1. Syarat dan ketentuan berlaku
Hampir setiap diskon termasuk di tempat jual baju branded memiliki syarat dan ketentuan berlaku. Misalnya, diskon tersebut hanya berlaku untuk produk atau tanggal tertentu. Yang perlu Kamu cermati, seringkali syarat dan ketentuan ini ditulis lebih kecil atau malah sangat kecil sehingga terlewat oleh mata kita yang sudah tertutup dengan besarnya diskon.

2. Diskon berbentuk voucher
Tak semua bentuk diskon adalah potongan harga atas total nilai belanja Kamu. Ada diskon yang berbentuk voucher belanja senilai sekian persen dari total belanja. Artinya, apa yang Kamu belanjakan sama sekali tidak mendapat potongan harga alias Kamu harus membayar normal. Sementara voucher belanja tadi, baru bisa Kamu gunakan untuk pembelanjaan berikut dan lagi-lagi dengan syarat dan ketentuan berlaku. Jadi jangan buru-buru langsung membeli baju branded murah, perhatikan lebih detail.

3. Barang Bekas Display
Biasanya, barang yang didiskon habis-habisan di acara cuci gudang adalah barang-barang bekas display (bekas dipajang) atau bahkan barang reject (ditolak toko). Harganya memang bisa turun hingga separuh lebih, karena sudah tak terlalu mulus lagi karena sering dicoba. Barang reject biasanya punya sedikit cacat. Jika Kamu berniat membeli sepatu display, coba berjalan beberapa langkah dengan mengenakan kedua belah sepatu dulu. Bila tidak ada keluhan, silakan membeli.

4. Sale elektronik, cari di akhir tahun
Karena biasanya di waktu-waktu ini, barang-barang elektronik ikut didiskon bersama produk fashion/baju. Namun, kita sering tidak tahu karena cenderung memilih belanja baju dan makanan atau malah berlibur. Jika terlewat, Kamu bisa mencoba mencarinya di awal April. Di bulan ini, biasanya produk baru akan muncul, sehingga produk lama pun akan didiskon.

5. Beli 2 Gratis 1
Tawaran ini memang menggiurkan karena berarti Kamu mendapat tiga barang. Namun, perlu dicermati, apakah barang gratis itu memang bisa Kamu ambil bersama dua barang pertama atau tidak. Jika tidak cermat, Kamu terpaksa membayar barang ketiga (kecuali Kamu sadar sebelum barang sampai di kasir). Ini sama halnya dengan dengan tawaran seperti di tempat jual baju branded ‘beli dua bayar satu’. Yang dimaksud bukanlah harga total dua barang dibagi dua, melainkan harga barang tertinggi lah yang harus Kamu bayar.

Berapa Rupiah Pengeluaran Kamu untuk Listrik Rumah Sebulan?




Tahukah Kamu, berapa rupiah yang harus disisihkan setiap bulan untuk membayar semua alat rumah tangga elektronik? Termasuk alat yang sesekali digunakan misalnya saja theodolite atau genset. Sebelum membelinya di tempat jual genset, harus diperhitungkan perbedaan biaya listrik dan genset tersebut. Perkiraan biaya konsumsi peralatan listrik rumah tangga berikut ini!

A. RUANG KELUARGA

• TV 21 inci. Konsumi daya 68 watt. Asumsi pemakaian 8 jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 8.160 per bulan. Standby power 6 watt. Asumsi pemakaian 14 jam per hari = ± Rp 1.260 per bulan.

• Audio/stereo set. Konsumsi daya 50 watt. Asumsi pemakaian 2 jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 1.500 per bulan. Standby power 22 watt. Asumsi pemakaian 14 jam per hari = + Rp 4620/ bulan.

• AC Split ½ PK. Konsumsi daya 430 watt. Asumsi pemakaian 8 jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 51.600/ bulan.

• Komputer. Konsumsi daya 140 watt. Asumsi pemakaian 5 jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 13.500/ bulan. Standby power 8 watt. Asumsi pemakaian 19 jam per hari = +Rp 2.280/ bulan.• Game Player. Konsumsi daya 20 watt. Asumsi pemakaian 5 jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 1.500/ bulan.

• Lampu Bohlam 60 Watt. Konsumsi daya 60 watt. Asumsi pemakaian 8 jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 7.200/ bulan.

• Lampu Hemat Listrik 12 Watt. Konsumsi daya 12 watt. Asumsi pemakaian 8 jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 1.440/ bulan.

• Kipas Angin. Konsumsi daya 103 watt. Asumsi pemakaian 8 jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 12.360/ bulan.

B. RUANG DAPUR

• Microwave. Konsumsi daya 1270 watt. Asumsi pemakaian ½ jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 9.525/ bulan.

• Blender. Konsumsi daya 130 watt. Asumsi pemakaian ½ jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 975/ bulan.

• Kompor Listrik. Konsumsi daya 380 watt. Asumsi pemakaian 4 jam per hari. Perkiraan biaya = Rp 22.800/ bulan.

• Magic Jar. Konsumsi daya: Menanak nasi 465 watt; Menghangatkan nasi 65 watt. Asumsi pemakaian 9 jam per hari (1 jam mananak nasi, 8 jam menghanagtkan nasi). Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 14.775/ bulan.

• Kulkas 120 Liter. Konsumsi daya: Compressor standby 12 watt; Compressor menyala 50 watt. Asumsi pemakaian 24 jam per hari (12 jam compressor standby, 12 jam compressor menyala). Perkiraan biaya = Rp 13.860/ bulan.

• Setrika. Konsumsi daya 300 watt. Asumsi pemakaian 1 jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 4.500/ bulan.

• Dispenser. Konsumsi daya: Menyala 250 watt, standby 6 watt. Asumsi pemakaian 24 jam per hari (standby 22 jam, menyala 2 jam). Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 9.480 per bulan.

• Pemanggang Roti. Konsumsi daya 380 watt. Asumsi pemakaian ½ jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 2.850 per bulan.

C. KAMAR MANDI

• Pemanas Air. Konsumsi daya 400 watt. Asumsi pemakaian 2 jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 12.000/ bulan.

• Mesin Cuci. Konsumsi daya: Mencuci/membilas 250 watt; mengeringkan 300 watt. Asumsi pemakaian 1,5 jam per hari (mencuci dan membilas 2 jam, mengeringkan ½ jam). Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 6.000/ bulan.

• Pompa Air. Konsumsi daya 650 watt. Asumsi pemakaian 3 jam per hari. Perkiraan biaya pemakaian listrik = Rp 29.250 per bulan.

Jadi kalau mau menghemat listrik tinggal kurang-kurangi penggunaan dari barang-barang di atas. Gampang khan ?!!!

Catatan:
1. Harga listrik rata-rata per kWh = Rp 500 (belum termasuk abonemen PLN dan pajak).
2. Konsumsi daya peralatan elektronik rumah tangga bergantung pada merek, type, dan ukuran.

Sumber : www.kompas.com
Gambar : hematlistrik.fujitsu-store.com

Menabung dari Hal-hal Terkecil


Menabung dari Hal-hal yang Terkecil
Ternyata menabung tidak selalu harus dimulai dari menyetor uang ke bank dalam jumlah besar. Ada banyak cara untuk menambah pundi-pundi tabungan kita dengan mudah. Buat kamu-kamu sekalian yang lagi gencar kepingin hemat demi masa depan, ada tips nih yang gw dapetin dari Kompas.com. Boleh disimak n dipraktekkan karena mudah banget buat dilakuin :

* 1. Maksimalkan kartu debet

Dengan menggunakan kartu debet, kamu bisa membayar sesuai yang tertera dalam tagihan. Makin sedikit kamu menggunakan uang tunai, makin besar penghematan yang kamu lakukan. Sebab kalo uang udah di tangan, biasanya uang akan gampang keluar. Bener banget ini karena kalo uang udah kepegang biasanya ga kerasa selembar demi selembaaar... pindah deh dari dompat ke kasir di mal, kasir di cafe, abang bakso, tukang kue pancong, dsb...

* 2. Belanja online

Dengan belanja online, kamu bisa menghemat ongkos perjalanan, entah untuk naik angkutan umum ataupun biaya bensin mobil pribadi. Apalagi bila jarak rumah ke pusat perbelanjaan cukup jauh, akan semakin banyak uang yang bisa dihemat. Tul ! harga BBM naik terus walaupun turun tetep aja tuch tarif angkutan ngak pada mau turuun. Alhasil mau pergi-pergi kita kudu perhitungin ongkos yang kita keluarkan.

* 3. Kumpulkan receh

Seringkali kita menganggap remeh uang receh. Hanya menumpuknya di dalam tas dan dijamin takkan peduli bila salah satu uang receh Anda bilang. Coba, deh kumpulkan sisa uang receh Anda setiap hari ke dalam boks tabungan di rumah. Tak terasa dalam setahun uang kamu bisa terkumpul hingga ratusan ribu, lho.

* 4. Sisihkan 10 persen

Kalo kamu cukup sering menarik uang tunai di ATM, biasakan untuk menyisihkan 10 persen dari setiap jumlah uang yang kamu ambil. Ini sih buat iseng-iseng aja ngumpulin. Tanpa terasa, bila kamu rajin mengumpulkannya, jumlahnya bakalan cukup mengejutkan.


* 5. Bawa bekal ke kantor/tempat kerja

Tak jarang kamu harus merogoh kocek yang tak sedikit buat makan siang bersama teman kerja. Sesekali cobalah membawa bekal makan siang dari rumah. Percaya, deh, saat membuka dompet dan menemukan beberapa lembar uang untuk makan siang tak tersentuh, bisa bikin kamu “kecanduan”.


* 6. Potong rambut sendiri

Oke, mungkin untuk memotong rambut kamu, pergi ke salon menjadi pilihan tepat. Tetapi, bila cuma kepingin motong poni, kenapa tak mencoba melakukannya sendiri? Lumayan, tak perlu mengeluarkan biaya potong rambut dan uang tips.

* 7. Pilih-pilih merek

Coba deh, contek tips berbelanja para nyokap. Biasanya dalam membeli sebuah produk, mereka akan memilih brand dengan harga yang lebih murah, tapi dengan kualitas yang tak kalah. Kalau kamu ingin memiliki produk premium brand, pilih yang fungsi dan modelnya long lasting alias awet, ngak cepet rusak n modelnya tetep ngetrend, contohnya kalo mau beli tas dan sepatu.

* 8. Pilih kendaraan umum

Buat kamu yang suka bawa mobil pribadi, naik kendaraan umum bisa menjadi pilihan menarik sebagai pengganti kendaraan pribadi. Biaya yang dikeluarkan bisa berbeda jauh, lho. Coba, deh, sesekali naik kereta api dalam kota atau bus Transjakarta dalam waktu seminggu. Pasti uang kamu akan tersisa lebih banyak, karena tak perlu mengeluarkan biaya bensin dan parkir.

* 9. Bikin kopi sendiri

Kamu hobi sekali minum kopi? Tetapi tak perlu selalu pergi ke coffee shop kan, setiap kali ingin menikmati kopi. Ciptakan racikan kopi ala kamu sendiri, budget puluhan ribu untuk membeli kopi kan bisa ditabung. Nambah lagi deh jumlah tabungannya.

* 10. Andalkan perpustakaan

Buat yanghobi baca buku nih. Terkadang perlu dana tak sedikit untuk membeli buku incaranmu. Nah, untuk menghemat pengeluaran, kenapa tidak memninjam buku di perpustakaan? Atau berkunjung ke temen yang punya banyak koleksi buku. Baik-baikin temenmu dengan sesekali bawain martabak kesukaanya (yang jelas masih di bawah harga buku kahn?). Jadi nanti dia akan bermurah hati buat minjemin kamu buku. Sekarang ini juga cukup banyak taman bacaan dengan dekorasi yang membuat kamu nyaman berada di sana berlama-lama. Keperluan membaca terpenuhi, kocekpun terselamatkan.

* 11. Hindari godaan sesaat

Seringkali kita tergoda membeli suatu barang apalagi bila ada tanda sale pada barcode harga. Hati-hati, bisa jadi ini hanya nafsu sesaat. Biasakan tak langsung membeli barang yang menggoda perhatian kamu. Pulanglah dan pikirkan apa kamu benar-benar membutuhkannya. Bila ternyata tidak, tak perlu menyesal karena sudah membuang uang untuk hal yang tak perlu, kan?

* 12. Olahraga

Apa hubungannya olahraga dengan uang yang terkumpul? Rajin berolahraga akan membuat tubuh lebih sehat dan terjauh dari penyakit. Dengan begitu, kamu tak perlu mengeluarkan biaya untuk berobat ke dokter.

* 13. Jual kembali

Terlalu banyak barang yang jarang terpakai di rumah? Coba deh Anda tawarkan kepada teman atau jual via online. Kamu bisa membeli barang baru dari hasil jualan dan bisa menabung lebih banyak lagi, kan?

* 14. Bijak dengan credit card

Sah-sah saja bila Anda ingin menggunakan kartu kredit, tapi ada baiknya menggunakannya secara bijak. Gunakan hanya untuk keperluan penting atau kamu bisa menggunakannya untuk membayar sesuatu yang menguntungkan. Misalnya, dengan menggunakan kartu kredit untuk pembayaran tiket penerbangan tertentu, kamu akan mendapat diskon biaya penginapan. Lebih hemat, kan?

* 15. Belanja dengan point reward

Kalau mendapat tagihan kartu kredit, jangan hanya dilihat jumlah tagihannya saja, tapi juga intip point reward-nya. Daripada point reward kamu terbuang percuma, cobalah manfaatkan poin-poin tersebut untuk membeli barang yang dibutuhkan.

Sumber: kompas.com
Gambar: 210.210.145.200
www.kaskus.us
cahyanathea.wordpress.com

Kurang Pemasukan atau salah pengeluaran ?

Bagaimana menggambarkan orang yang tidak bijak dalam memakai uang? Alkitab menggunakan istilah “pemboros” terhadap orang semacam ini. “Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal (bodoh=foolish) memboroskannya” (Amsal 21:20).

Seorang pemboros sama dengan orang “bodoh” yang tidak menghargai berkat Tuhan dan menyia-nyiakan setiap rupiah yang diterimanya dengan jalan menghambur-hamburkan uangnya secara tidak sehat, tidak efisien, dan tidak efektif. Pemboros tidak usah bermimpi akan pernah memiliki uang cukup. Sebaliknya, pemboros akan menghadapi kenyataan sehari-hari bahwa ia selalu kekurangan & kehabisan uang!

Seorang pemboros tidak memikirkan bahwa (mungkin) masih ada hari esok yang masih membutuhkan biaya. Dalam konteks dengan pemakaian uang, konsepnya sangat dangkal dan penuh resiko karena ia selalu berpendapat bahwa, “Hidup ini hanya 24 jam, jadi apa yang ada di tangan pada hari ini ya nikmati saja”. Maksudnya nikmati di sini tidak lain ialah habiskan saja!

Orang semacam ini tidak “senang” kalau di tangannya masih menggenggam duit atau kalau di dompetnya masih terselip uang. Itu sebabnya ia selalu “gelisah” dan selalu “mencari jalan” bagaimana bisa menghabiskan semua uangnya secepat-cepatnya. Hari ini terima gaji, besok sudah ludes semua. Ia lupa bahwa kemungkinan sangat besar besok ia masih akan hidup, dan kalau masih hidup berarti pasti ia masih akan memerlukan uang untuk beli beras, beli minyak, bayar listrik, bayar air, bayar lain-lain; sedangkan uang belum tentu akan datang lagi! Hidup macam ini bukan hidup beriman. Allah menyebut hidup semacam ini sebagai bodoh (=foolish, NASB).

Kalau ada orang Kristen yang sewaktu hidup di dunia harus menderita karena Tuhan menghendaki, itu memang untuk kemuliaan Tuhan. Tetapi kalau ia menderita karena “kebodohan” nya, itu jelas tidak benar & tidak baik.

Charles Ryrie memberikan komentar pada ayat Amsal 21:20 sebagai berikut: “The foolish person squanders what he has, but the wise man plans and saves for the future”, artinya,
orang bodoh membuang-buang / memboroskan apa yang dimilikinya, tetapi orang bijak membuat rencana dan menabung / menyimpan untuk hari depan.

Ada sebuah formula sederhana yg sudah terbukti berhasil kalau benar-benar diterapkan dengan penuh disiplin untuk mengatur keuangan kita. Formula itu namanya “formula 10-20-70”. Pada prinsipnya, setiap kita menerima berkat dari Tuhan (gaji, bonus, keuntungan, hadiah, dsb.) maka yang 10% harus segera kita sisihkan untuk dikembalikan kepada Tuhan dalam bentuk perpuluhan. Perpuluhan ini bukan milik kita melainkan punya Tuhan, jadi harus diberikan kepada (pekerjaan) Tuhan. Selanjutnya, yang 20% harus ditabung (disimpan di bank, dsb.); ini untuk jaminan persediaan di masa depan atau kalau ada keperluan yang benar-benar penting di kemudian hari. Terakhir, sisa 70% barulah dipakai untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk makan, listrik, air, biaya anak, dll. yang benar-benar kebutuhan (bukan keinginan belaka!). Bahkan, kalau dari yang 70% ini setelah dipakai untuk kebutuhan ini dan itu ternyata masih ada sisanya, maka berapapun sisanya ---sedikit atau banyak--- sebaiknya dimasukkan juga ke dalam tabungan kita, jangan malah dihabiskan !!!

Bila kita benar-benar disiplin mengatur keuangan kita dengan formula 10-20-70 ini, maka setelah beberapa tahun kita akan tercengang heran melihat berapa banyak uang yang ada di tabungan kita. Ingat, kebanyakan persoalan keuangan kita bukan karena kurang-pemasukan, tetapi karena salah-pengeluaran. Ibarat rumah, bukan karena kurang tiangnya, tetapi karena terlalu besar pasaknya; akibatnya kalau besar pasak dari pada tiang, ya rumahnya roboh !

Lain kali akan kami bahas bagaimana membedakan “kebutuhan” dari “keinginan”. Tidak bisa membedakan ---atau, tidak mau membedakan--- antara kebutuhan & keinginan inilah yang pada umumnya merupakan “biang-kerok” ambruknya keuangan kita. Formula di atas hanya akan jalan baik kalau diterapkan pada pemakaian uang untuk kebutuhan, bukan keinginan. Kami kira, di dunia ini tidak ada satu formula seajaib apapun yang akan dapat menyelamatkan uang saudara dari kebangkrutan kalau itu diterapkan untuk keinginan !!!

KATA-KATA BIJAK: “UANG ADALAH KEPERCAYAAN RAHASIA DARI TUHAN KEPADA KITA, DAN SETIAP HARI IA MENGUJI KITA DENGAN MELIHAT BAGAIMANA KITA MENGGUNAKANNYA.”

DOA: “Bapa di sorga, sungguh benar bahwa kami sangat perlu belajar bagaimana menata keuangan kami dengan baik, dan menggunakan dengan bijaksana setiap sen yang Bapa percayakan kepada kami. Tolonglah kami melakukan kehendakMu dalam hal ini supaya Engkau tetap dapat memberkati kami & memenuhi segala keperluan (kebutuhan) kami menurut kekayaan dan kemuliaanMu di dalam

Perlukah Punya Kartu Kredit ?



Sebelum memutuskan untuk memiliki kartu kredit, perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut agar nanti kamu jangan sampai terjebak dengan hutang kartu kredit.

Sadarilah bahwa kartu kredit itu sebenarnya hanya merupakan sarana untuk mempermudah pembayaran, dan bukan merupakan "kelebihan dana" yang kamu peroleh dari penghasilan rutin bulanan kamu

1. Jumlah penghasilan Kamu.
Biasanya pihak bank menetapkan syarat nasabah yang ingin aplikasi kartu kredit harus berpenghasilan rata2 2jt perbulan. Maksud dari syarat tersebut berkaitan dengan kemampuan kamu untuk membayar tagihan. Coba bayangkan misalnya gaji kita hanya 1.5 perbulan, dan tagihan kartu mencapai 400 ribu, nombok khan ? Apabila begitu terus setiap bulan makan lama kelamaan tagihan akan terus membengkak dan kita akan terlilit hutang. Syeremmmm khan ?
Jadi tidak ada gunanya bila kita mengakali dengan cara menaikan slip gaji. Aplikasi memang akan disetujui, tetapi maukah kamu nanti terlibat hutang ?

2. Pilih Bank yang memberi penawaran bunganya paling rendah. Biasanya bank-bank pemerintah (BUMN) tingkat suku bunganya lebih rendah dibandingkan dengan bank swasta. Contohnya Bank BNI suku bunganya lebih rendah dibandingkan dengan bank asing. Selain itu lihatlan fitur-fitur tambahan yang ada pada kartu kredit yang sekiranya dapat lebih menguntungkan kita dalam penggunaannya yang tidak ada di program lain, misalnya bank mandiri walapun bungan belanja sama dengan yang lain tetapi memberikan program powercash, dana tunai dengan bunga hanya 1%.

3. Ambil Bank Penerbit kartu dengan Iuran tahunan atau bulanan yang tidak memberatkan.


4. Meskipun bank memberi keringanan untuk membayar tagihan dengan jumlah minimum 10 %,bayarlah tagihan kamu secara ful payment ( bayar penuh semua tagihan ) setiap bulan agar kamu tidak terkena bunga yang berkisar 3,5% per bulan. Sering juga karena ada fasilitas bayar minimum kita jadi keenakan. Bayar nyicil sementara belanja jalan teruuusss ! Sering terjadi jumlah bayar lebih kecil dari jumlah belanja. Na, inilah salah satu penyebab banyaknya orang yang terjerat oleh hutang kartu kredit.

5. Bayarlah jauh-jauh hari sebelum jatuh tempo guna menghindari lupa karena kesibukan kita. Karena apabila terlambat akan terkena late charge. Perhitungkan apabila kamu membayar via ATM bank yang tidak sama dengan bank penerbit kartu kamu, maka akan ada proses kliring yang memakan waktu 2-3 hari sebelum pembayaran tersebut masuk ke bank penerbit kartu kamu

6. Jangan pernah menggunakan Cash Advace (ambil tunai) di ATM kalau tidak benar-benar terpaksa. Karena bunganya akan lebih besar dibanding dengan bunga belanja dan selain itu kamu juga akan dikenakan biaya setiap penarikan atas penarikan tunai tersebut


7. Batasi pemakain kartu kredit kamu maksimal 25% dari aset kamu baik tabungan atau deposito kamu. Hal ini untuk berjaga-jaga agar sewaktu-waktu kamu harus melunasi seluruh tagihan kamu akan masih sanggup untuk melunasinya

8. Miliki maksimal 2 kartu kredit saja agar mudah kamu kelola, dan kamu terhindar dari godaan untuk selalu menggeseknya

Demikian hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum kita memutuskan untuk mengaplikasi kartu kredit. Karena sebenarnya penggunaan kartu kredit yang bijak adalah hanya sebagai alat untuk memudahkan pembayaran agar tidak selalu harus membayar dengan uang cash, dan bukan sarana untuk berhutang. Karena kalo sudah terlilit hutang salah-salah harga diri bisa melayang...tul ngak ??

Gambar : www.ossadvocacy.org